SELF CARE TO MYSELF: TAKE CARE OF YOUR SELF, IT MATTERS!
Oleh:
Oktariana Indrastuti, M.Psi., Psikolog
Hola, Mentari’s! Gimana kabarnya? Rasanya sudah cukup lama, yaa, sejak terakhir mintari menyapa Mentari’s tiba-tiba sudah masuk tahun 2026 saja. Begitu banyak proses perjalanan yang telah dilewati di tahun 2025. Harapannya di tahun 2026 membawa lebih banyak kebahagian untuk terus bertumbuh dan hal-hal baik yang penuh makna ya, Mentari's!
Okey, spesial di tahun baru kali ini, mintari akan bahas salah satu topik yang seringkali jadi tantangan bagi diri sendiri. Yaps, tentang bagaimana cara merawat kesehatan mental diri sendiri. Materi ini disampaikan oleh Ibu Oktariana, M.Psi., Psikolog pada Seminar Kesehatan Mental dengan judul “Self Care to Myself: Take Care of Your Self, It Matters!” di Hotel Aruss Semarang, pada tanggal 21 Desember 2025 yang dilaksanakan oleh Tim Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Jakarta.
Taukah Mintari's, kalau kesehatan mental itu merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan? Tapi, gimana yaa cara yang tepat untuk menjaga kesehatan mental diri sendiri? Yuk, kita kupas tuntas!
APA ITU KESEHATAN MENTAL?
Kesehatan mental adalah kondisi ketika seseorang mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik, mengatasi masalah hidup, dan tetap berfungsi secara optimal. Mental yang sehat membantu individu berpikir jernih, mengelola emosi, serta mengambil keputusan secara lebih adaptif.
Seseorang dikatakan sehat mental ketika aspek fisik, intelektual, dan emosionalnya berada dalam kondisi seimbang. Individu mampu berkembang, bertanggung jawab, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan dan tuntutan kehidupan sehari-hari.
Kondisi kesehatan mental individu berbeda-beda. Oleh karena itu, pentingnya memahami sehat mental agar individu mampu menjaga dan mengoptimalkan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
MENGENAL TANDA TANDA SEHAT MENTAL
- Mampu mengelola emosi
- Mampu menghadapi stres
- Memiliki hubungan positif
- Menerima diri sendiri
- Produktif
- Mampu berkontribusi ke lingkungan, mengatasi tantangan, dan menikmati hidup
PERBEDAAN STRESOR DAN STRES
Stresor adalah stimulus penghasil stres. Secara umum dibagi menjadi 3 kategori, yaitu fisiologis, lingkungan, dan sosial. Sementara stres adalah gabungan dari reaksi tubuh dan pikiran terhadap segala sesuatu yang mengganggu kehidupan.
STRESSOR YANG SERINGKALI MUNCUL:
- Pekerjaan
- Rumah tangga/pasangan
- Kehidupan sosial
- Keuangan
- Masalah kesehatan
- Rasa kecewa (rekan kerja, tempat kerja, kebijakan, dll)
- Persaingan yang kurang sehat
- Adanya konflik dengan atasan, kolega, partner
- Pekerjaan yang overload
- Lingkungan kerja yang kurang kondusif
- Hari libur yang kurang
- Waktu istirahat yang kurang
BAGAIMANA TANDA-TANDA KONDISI PSIKOLOGIS YANG BERMASALAH?
- Perubahan emosi (gelisah, frustasi, mudah marah, mood swing)
- Keluhan fisik (sakit kepala, jantung berdebar, gangguan tidur, gangguan pencernaan, dll)
- Masalah kognisi (sulit berkonsentrasi, sulit fokus, pikiran negatif, dll)
- Masalah perilaku (ingin menarik diri dari lingkungan, agresi, dan impulsif)
- Masalah tidur
YUK, KITA CARI TAU LEBIH DALAM MENGENAI MANAJEMEN STRES
Manajemen stres adalah serangkaian teknik untuk mengendalikan (pikiran, emosi, perilaku) agar dapat mengatasi tekanan stressor, sehingga tercipta kesehatan mental yang seimbang. Tapi, gimana sih caranya? Nah, berikut teknik manajemen stress yang dapat dilakukan:
- Pertama, melakukan Relaksasi. Teknik ini bisa dilakukan dengan cara mengatur pernapasan dan meditasi.
- Kedua aktivitas fisik, yaitu dengan melakukan jalan kaki ringan, exercise, dan self talk.
- Ketiga mencari dukungan lingkungan terdekat, yaitu dari teman atau rekan kerja, seperti melakukan hobi dan kegiatan Religi.
Perlu Mentari's Ingat Bahwa Penolong Pertama adalah Diri Sendiri!
“Sebelum Mencari Pertolongan, Sudahkah Mentari's Menolong Dirimu Sendiri?“
Dalam menjaga kesehatan mental, penolong pertama bukan selalu orang lain, melainkan diri sendiri. Mengenali kebutuhan emosi, memberi waktu untuk beristirahat, dan bersikap lebih peduli pada diri sendiri merupakan langkah awal untuk menciptakan kondisi psikologis yang sehat. Saat kita mampu merawat diri dengan baik, rasa tenang dan kebahagiaan pun lebih mudah tercipta. Yang utama adalah ciptakan kebahagiaan sesuai versi Mentari's dan jangan lupa selalu libatkan Tuhan.
Begitulah sedikit gambaran tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan merawat diri sendiri. Yuk, mulai lebih peka dengan apa yang kita rasakan dan jangan ragu untuk memberi waktu istirahat bagi diri sendiri. Kesehatan mental bukan tanda kelemahan, tapi bagian penting dari kesejahteraan hidup kita. Dengan saling memahami, mendukung, dan peduli baik pada diri sendiri maupun orang lain kita bisa menjalani hidup dengan lebih seimbang dan bahagia. Semangat dan bahagia selalu ya, jangan lupa jaga kesehatan mental, Mentari's!
Komentar
Posting Komentar