STIMULASI TEPAT, ANAK HEBAT (Oleh: Oktariana Indrastuti, M. Psi., Psikolog)
Halo, Mentari's!
Apa kabar? Wah, rasanya cukup lama sejak terakhir kami Mintari menyapa Mentari's, yaaa! Edisi tulisan kali ini masih seputar anak, nih, yaitu gimana, sih, supaya anak bisa tumbuh menjadi anak yang hebat. Ayah dan Bunda mungkin sering berpikir tentang hal ini, kaan? Ingin anak tumbuh maksimal dengan segala potensi yang dimiliki juga bahagia selama proses pertumbuhan.
Pada dasarnya pertumbuhan anak membutuhkan sebuah rangsangan atau stimulasi agar berbagai aspek dalam diri anak dapat berkembang. Mulai dari motorik, bahasa, emosi, perilaku, juga kognitif. Aspek-aspek ini merupakan ranah-ranah perkembangan yang harus diberikan banyak stimulasi agar dapat berkembang secara maksimal. Proses pemberian stimulasi ini dapat pula disebut proses belajar bagi anak, yaitu proses yang perlu dilalui anak untuk memperoleh pengetahuan serta keterampilan baru di mana pengetahuan dan keterampilan tersebut disimpan menjadi sebuah memori agar nantinya dapat diakses maupun digunakan berulang kali.
Pola asuh menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi pencapaian belajar anak loh, Ayah Bunda. Pola asuh yang diterapkan dan dibiasakan sejak kecil ternyata berperan sangat penting terhadap tinggi rendahnya pencapaian serta prestasi anak.
Lalu bagaimana dengan sekolah? Apakah sekolah dapat menjadi tempat terbaik bagi anak untuk belajar? Tentu saja. Sekolah menyediakan dan memberikan berbagai macam stimulasi yang dibutuhkan oleh anak sesuai dengan usia serta kemampuannya. Diberikan dengan cara terbaik yang telah disusun sedemikian rupa oleh para guru yang telah belajar serta berpengalaman dalam bidang ini.
Namun, apakah setiap anak akan memiliki kesiapan yang sama saat menginjak usia tertentu? Bagaimana cara untuk mengetahui kesiapan anak sebelum akhirnya memasuki pendidikan formal, seperti sekolah?
"Tes Kesiapan Sekolah" merupakan salah satu alat yang dapat membantu anak untuk dapat mengetahui prognosa kemampuan belajar anak. Tes Kesiapan Sekolah atau TKS menggunakan alat tes Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST) yang disusun oleh Prof. F. J. Monks. Pada tes ini akan dapat diketahui kemampuan-kemampuan dasar yang anak butuhkan dalam pendidikan formal nantinya, sehingga ketika anak sudah dalam standar tertentu yang telah ditentukan, maka akan akan dianggap telah siap masuk ke sekolah dasar. Namun, sebaliknya, ketika anak justru belum memenuhi standar yang ditentukan, maka anak akan dianggap belum siap masuk ke sekolah dasar.
Salah satu kemampuan yang perlu dimiliki anak dan dipantau perkembangannya adalah "Fungsi Eksekutif" atau executive function. Fungsi eksekutif adalah kemampuan individu untuk dapat mengendalikan memori kerja, fleksibilitas kognitif, serta mengelola hambatan yang mungkin muncul. Selain itu, fungsi eksekutif juga berperan dalam mengendalikan emosi juga tindakan atas pengaruh dari aspek kognitif. Fungsi eksekutif dipercaya mulai terbentuk pada periode perinatal atau periode kehamilan hingga 1 tahun setelah kelahiran serta puncak perkembangannya ketika remaja.
Adapun dimensi dasar dari fungsi eksekutif, yaitu:
- Working memory atau kemampuan untuk mengingat serta menggunakan informasi ingatan secara berkesinambungan
- Cognitive flexibility atau kemampuan diri dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan yang muncul dari lingkungan
- Control Inhibition atau kemampuan untuk dapat mengarahkan perhatian pada hal yang diperlukan sehingga tercipta pola kerja efisien dan efektif di mana dimensi ini muncul dalam pikiran, emosi, hingga perilaku
Berikut beberapa tips penanganan anak yang dapat diberikan, yaitu:
- Memberikan aturan yang jelas serta padat kepada anak sehingga anak mudah memahami dan melaksanakannya
- Berusaha memahami setiap tingkah laku serta emosi anak yang muncul
- Menghargai bagaimana cara berpikir anak serta membantu untuk menyempurnakannya melalui diskusi bersama
- Memberikan apresiasi kepada setiap pencapaian yang anak dapatkan
- Berusaha menghindarkan dari fokus atas perilaku negatif yang muncuk
- Menjadi sahabat bagi anak
Yuk, semangat memaksimalkan potensi anak melalui peran orang tua. Semangat dan selamat berproses Ayah Bundaa ..
Sampai jumpa!
Komentar
Posting Komentar